Langsung ke konten utama

Kampung Silat Beksi Dapat Jadi Destinasi Wisata

Kampung Silat Beksi Dapat Jadi Destinasi Wisata
Jum'at, 18 Januari 2019 - Pemkot Jaksel - Berita Jaksel
Kampung Silat Beksi yang rencananya akan didirikan oleh Sanggar Sanggar Seni Budaya Topeng Blantik Fajar Ibnu Sena di Petukangan, dapat menjadi salah satu destinasi wisata di Jakarta Selatan.
Demikian dikatakan Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marulla Matali, saat menerima audiensi Seni Budaya Topeng Blantik Fajar Ibnu Sena di Ruang Rapat Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kamis (17/1).
"Pencak Silat Beksi yang terkenal dari Petukangan akan dijadikan Kampung Silat Beksi. Ini sebagai embrio paling tidak Pencak silat banyak diakui orang, tapi ide yang dilakukan hari ini, perlu dikaji dengan baik lagi," ujarnya.
Marullah menuturkan, kajian yang baik memang sangat diperlukan agar dapat menjadikan Kampung Silat Beksi sebagai salah satu pariwisata berbasis budaya.
"Kajian nya tidak sekedar satu atau dua tahun saja. Pariwisata yang berbasis budaya harus dimunculkan hal-hal yang bersifat keaslian," terangnya.
Sementara Ketua Rombongan Sanggar Seni Budaya Topeng Blantik Fajar Ibnu Sena Abdul Azis, mengatakan, pihaknya ingin keberadaan Kampung Silat Beksi dapat dilegalisasikan.
"Kedatangan kami beraudiensi akan membuat kampung wisata atau sejarah yang mengambil kebudayaan yang sangat menonjol yaitu Silat Beksi," pungkasnya.
Penulis : KIP JS

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peta Petukangan

Peta Petukangan berada di bawah administrasi distrik Kebayoran tahun 1940. Beberapa tanda situs makam dan masjid dapat diidentifikasikan lokasinya. (Reyhan Biadilla, 280119)

Silsilah dan Jalur Sanad Pengajaran 4 Murid Utama Silat Beksi

Silsilah dan Jalur Sanad Pengajaran 4 Murid Utama Silat Beksi H. Hasbullah H. Hasbullah dilahirkan di Petukangan pada tahun 1863. Ayahnya bernama H Misin, yang masih merupakan keponakan dengan H. Gatong, sehingga silsilah H. Hasbullah dengan H. Godjali adalah keponakan dengan paman. Pada saat itu jika umur antara paman dengan keponakan tidak jauh berbeda, maka biasanya sang paman dipanggil dengan sebutan abang , bukan ncang . Proses belajarnya H. Hasbullah dalam silat Beksi kepada H. Godjali tergolong unik, sebab H. Godjali yang saat itu telah menguasai jurus dasar silat Beksi, hanya mengajaknya bersama teman sepermainannya, untuk belajar silat Beksi. Saat itu belum ada syarat apapun dari guru kepada muridnya, tetapi dapat berakar kuat jalinan batinnya. H. Hasbullah sendiri telah mempunyai ilmu silat kotek sebelum belajar silat Beksi dari H. Godjali.   Sketsa wajah H. Hasbullah (Sketsa diberikan atas kebaikan hati Iwan Ridwan) Kecerd...

Kong Simin

Simin Murid H. Godjali lainnya dalam silsilah ilmu silat Beksi, adalah  engkong Simin  (selanjutnya  hanya  disebut  namanya  saja  untuk  mempersingkat  tulisan). Dilahirkan pada tahun 1881 dan wafat pada tanggal 22 Oktober 1992. Simin sendiri adalah  kakak  dari  M.  Nur,  jawara  lain  dalam  silsilah  ilmu  silat  Beksi  di Petukangan. Ayah Simin bernama Syua’ib,  atau warga lama Petukangan menyebutnya dengan sebuat  Aip. Dia adalah pedagang ikan di pasar Kebayoran dan seputaran Petukangan. Suatu ketika saat bertransaksi jual-beli ikan di Pasar Ikan (vish markt), Batavia Lama, Syu’aib dipukuli oleh para centeng  Pasar Ikan karena suatu masalah. Simin yang waktu itu masih kecil dan mendampingi ayahnya bertransaksi jual-beli ikan, hanya dapat  melihat dan menangis karena tidak dapat menolong ayahnya. Bermula  dari  peristiwa  tersebut,...