Langsung ke konten utama

CATATAN RINGKAS KAMPUNG SILAT BEKSI PETUKANGAN

CATATAN RINGKAS KAMPUNG SILAT BEKSI PETUKANGAN

Selayang Pandang Kampung Silat Beksi Petukangan

Kampung Silat Beksi adalah sebuah kampung tematik yang didalamnya terdapat pusat Padepokan/Perguruan Silat Beksi yang bersandar kepada 5 (lima) tokoh Guru Besar Silat Beksi (Hadji Godjalih, H. Hasbullah, Mandor Minggu, Kong Nur, Kong Simin).

Dimana mereka menjadikan Silat Beksi sebagai alat perjuangan/dakwah sejak jaman penjajahan hingga kini diwilayah Petukangan sampai menyebar ke seantero Jabodetabek.

Berpijak dari hal tersebut, tercetuslah penetapan Kampung Petukangan sebagai Kampung Silat Beksi.

Adapun kegiatan yang diselenggarakan di Kampung Silat Beksi Petukangan dalam bentuk Diskusi, Apresiasi, Atraksi dengan berkesinambungan.

Kegiatan Kampung Silat Beksi Petukangan

I. Jangka Pendek

Pasar rakyat & seni :

1. Memasarkan produk kuliner dan kerajinan masyarakat
2. Mengenalkan karya budaya tradisi melalui pertunjukan
3. Latihan silat beksi, Bedah buku silat beksi hasil riset.

II. Jangka Menengah

Gebyar Budaya :

1. Festival Silat
2. Bazaar kuliner & kerajinan
3. Latihan gabungan seluruh padepokan/perguruan
4. Sinergi kegiatan kepada instansi terkait.

II. Jangka Panjang

Pusat Informasi/Edukasi Wisata Sejarah/Budaya :

1. Pembangunan sekretariat
2. Pembenahan makam tokoh beksi
3. Pembuatan museum mini
4. Penghargaan keluarga besar tokoh beksi, Simulasi jurus silat beksi

NB :

Demikian catatan ringkas Kampung Silat Beksi Petukangan, tentunya tak ada gading yang tak retak dan masih banyak kekurangan disana-sini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peta Petukangan

Peta Petukangan berada di bawah administrasi distrik Kebayoran tahun 1940. Beberapa tanda situs makam dan masjid dapat diidentifikasikan lokasinya. (Reyhan Biadilla, 280119)

Silsilah dan Jalur Sanad Pengajaran 4 Murid Utama Silat Beksi

Silsilah dan Jalur Sanad Pengajaran 4 Murid Utama Silat Beksi H. Hasbullah H. Hasbullah dilahirkan di Petukangan pada tahun 1863. Ayahnya bernama H Misin, yang masih merupakan keponakan dengan H. Gatong, sehingga silsilah H. Hasbullah dengan H. Godjali adalah keponakan dengan paman. Pada saat itu jika umur antara paman dengan keponakan tidak jauh berbeda, maka biasanya sang paman dipanggil dengan sebutan abang , bukan ncang . Proses belajarnya H. Hasbullah dalam silat Beksi kepada H. Godjali tergolong unik, sebab H. Godjali yang saat itu telah menguasai jurus dasar silat Beksi, hanya mengajaknya bersama teman sepermainannya, untuk belajar silat Beksi. Saat itu belum ada syarat apapun dari guru kepada muridnya, tetapi dapat berakar kuat jalinan batinnya. H. Hasbullah sendiri telah mempunyai ilmu silat kotek sebelum belajar silat Beksi dari H. Godjali.   Sketsa wajah H. Hasbullah (Sketsa diberikan atas kebaikan hati Iwan Ridwan) Kecerd...

Kong Simin

Simin Murid H. Godjali lainnya dalam silsilah ilmu silat Beksi, adalah  engkong Simin  (selanjutnya  hanya  disebut  namanya  saja  untuk  mempersingkat  tulisan). Dilahirkan pada tahun 1881 dan wafat pada tanggal 22 Oktober 1992. Simin sendiri adalah  kakak  dari  M.  Nur,  jawara  lain  dalam  silsilah  ilmu  silat  Beksi  di Petukangan. Ayah Simin bernama Syua’ib,  atau warga lama Petukangan menyebutnya dengan sebuat  Aip. Dia adalah pedagang ikan di pasar Kebayoran dan seputaran Petukangan. Suatu ketika saat bertransaksi jual-beli ikan di Pasar Ikan (vish markt), Batavia Lama, Syu’aib dipukuli oleh para centeng  Pasar Ikan karena suatu masalah. Simin yang waktu itu masih kecil dan mendampingi ayahnya bertransaksi jual-beli ikan, hanya dapat  melihat dan menangis karena tidak dapat menolong ayahnya. Bermula  dari  peristiwa  tersebut,...