Langsung ke konten utama

Jurus-jurus Silat Beksi



Jurus-jurus Silat Beksi

Sebagaimana telah diceritakan di bagian awal, mengenai sejarah jurus-jurus silat Beksi di Petukangan. Sejarah jurus-jurus silat Beksi, adalah pengembangan 8 jurus silat Beksi, dari yang awalnya hanya empat saja, menjadi 12 jurus. Menurut penuturan para narasumber yang ditemui, terutama dari M. Sholeh, putra dari H. Hasbullah, bahwa 8 jurus tambahan dari 4 jurus dasar silat Beksi, disempurnakan dan disepakati hasilnya pada tahun 1942.
Pada bagian ini, hanya dijabarkan mengenai nama atau istilah dalam jurus-jurus silat Beksi. Penjabaran berupa gerakan tidak akan dijabarkan di sini secara panjang lebar, hanya khas gerakannya saja yang akan dituliskan. Hal tersebut dapat terjadi karena melihat masing- masing fisik para guru yang berbeda-beda. Beberapa jurus tambahan, merupakan pengembangan dari masing-masing guru. Adapun nama atau istilah jurusnya yaitu:

1.       Jurus Dasar

Jurus dasar silat Beksi yang awal hanya berjumlah 4 saja, yaitu: Beksi, Gedig, Tancep dan Cauk. Jurus dasar ini mempunyai beberapa langkah untuk pertahanan di keempat sisi dari seorang pesilat.


Peragaan jurus dasar silat Beksi oleh seorang anak (Koleksi pribadi)

Istilah dalam empat jurus-jurus dasar awal silat Beksi, dapat berarti gerakan tertentu yang mengharuskan para murid yang ingin menjadi pesilat handal dalam silat Beksi, untuk menggerakkannya dengan benar sesuai arahan guru si murid. Semua peragaan gerakan 12 jurus dasar silat Beksi, dilakukan oleh guru besar silat Beksi, Dasik Aripin dan diberikan penjelasan olehnya secara singkat. Adapun istilah dalam jurus-jurus silat Beksi, pada tulisan ini hanya dijelaskan secara singkat, yaitu :

a.       Beksi: Sebuah teknik gerakan untuk menangkap pukulan lawan dan membalasnya dengan pukulan kembali.


Peragaan gerakan jurus Beksi
(Koleksi pribadi)

b.      Gedig: Sebuah teknik gerakan untuk mengambil pukulan lawan, dengan cara menahannya dengan tangan. Teknik tersebut kemudian dilanjutkan dengan menjejakkan kaki ke arah kaki lawan, sebagai penyerangan kembali bagian bawah lawan dengan sekaligus pertahanan kaki.


 Peragaan gerakan jurus Gedig
(Koleksi pribadi)

c.       Tancep: Sebuah teknik gerakan penguncian, untuk menjepit pukulan lawan di bawah ketiak atau lipatan siku, dengan tangan pesilat terlipat.

Peragaan gerakan jurus Tancep
(Koleksi pribadi)

d.      Cauk: Sebuah teknik gerakan mengambil pukulan tangan lawan, untuk kemudian lawan dipukul kembali dengan tangan yang lain.


 Peragaan gerakan jurus Tancep
(Koleksi pribadi)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peta Petukangan

Peta Petukangan berada di bawah administrasi distrik Kebayoran tahun 1940. Beberapa tanda situs makam dan masjid dapat diidentifikasikan lokasinya. (Reyhan Biadilla, 280119)

Silsilah dan Jalur Sanad Pengajaran 4 Murid Utama Silat Beksi

Silsilah dan Jalur Sanad Pengajaran 4 Murid Utama Silat Beksi H. Hasbullah H. Hasbullah dilahirkan di Petukangan pada tahun 1863. Ayahnya bernama H Misin, yang masih merupakan keponakan dengan H. Gatong, sehingga silsilah H. Hasbullah dengan H. Godjali adalah keponakan dengan paman. Pada saat itu jika umur antara paman dengan keponakan tidak jauh berbeda, maka biasanya sang paman dipanggil dengan sebutan abang , bukan ncang . Proses belajarnya H. Hasbullah dalam silat Beksi kepada H. Godjali tergolong unik, sebab H. Godjali yang saat itu telah menguasai jurus dasar silat Beksi, hanya mengajaknya bersama teman sepermainannya, untuk belajar silat Beksi. Saat itu belum ada syarat apapun dari guru kepada muridnya, tetapi dapat berakar kuat jalinan batinnya. H. Hasbullah sendiri telah mempunyai ilmu silat kotek sebelum belajar silat Beksi dari H. Godjali.   Sketsa wajah H. Hasbullah (Sketsa diberikan atas kebaikan hati Iwan Ridwan) Kecerd...

Kong Simin

Simin Murid H. Godjali lainnya dalam silsilah ilmu silat Beksi, adalah  engkong Simin  (selanjutnya  hanya  disebut  namanya  saja  untuk  mempersingkat  tulisan). Dilahirkan pada tahun 1881 dan wafat pada tanggal 22 Oktober 1992. Simin sendiri adalah  kakak  dari  M.  Nur,  jawara  lain  dalam  silsilah  ilmu  silat  Beksi  di Petukangan. Ayah Simin bernama Syua’ib,  atau warga lama Petukangan menyebutnya dengan sebuat  Aip. Dia adalah pedagang ikan di pasar Kebayoran dan seputaran Petukangan. Suatu ketika saat bertransaksi jual-beli ikan di Pasar Ikan (vish markt), Batavia Lama, Syu’aib dipukuli oleh para centeng  Pasar Ikan karena suatu masalah. Simin yang waktu itu masih kecil dan mendampingi ayahnya bertransaksi jual-beli ikan, hanya dapat  melihat dan menangis karena tidak dapat menolong ayahnya. Bermula  dari  peristiwa  tersebut,...