Peta daerah Petukangan tahun 1943 (Sumber peta: http://maps.library.leiden.edu)
Daerah Petukangan kini secara administratif dibagi menjadi
dua kelurahan, yaitu Kelurahan Petukangan Selatan dan Petukangan Utara, di
bawah administrasi Kecamatan Pesanggrahan (pemekaran dari Kecamatan Kebayoran),
Kotamadya Jakarta Selatan. Banyak yang menjadi warga di kedua daerah tersebut,
merupakan pendatang yang bekerja di daerah sekitar ataupun di
Jakarta di sektor formal maupun non-formal. Sehingga untuk menampung warga yang tinggal di Petukangan, banyak
didirikan cluster-cluster perumahan. Banyak dibangun juga
oleh warga lokal dan para pendatang yang memiliki
modal, petak kontrakan untuk kelas pekerja yang
tinggal di Petukangan. Pasar Cipulir dan Cipadu yang mengapit Petukangan, merupakan salah satu sentra bisnis
garmen dan tekstil Jakarta. Banyak warga dari daerah sekitar
Petukangan, menggantungkan penghasilannya dari aktifitas bisnis tersebut.
Secara geografis, kontur daerah Petukangan berbukit-bukit
setinggi 15-20 meter. Petukangan dilalui oleh banyak sungai,
terutama sungai Pesanggrahan di sebelah timur dan
banyak sungai-sungai kecil di tengah daerah Petukangan untuk irigasi. Tanah
datarnya yang agak rendah adalah
daerah berawa. Penduduk di sekitar daerah Petukangan dulu, memanfaatkan daerah
berawa tersebut, untuk membuka lahan sawah dan
mencari ikan. Oleh karena itu daerah
Petukangan pada masa lalu merupakan
daerah yang subur, dengan banyak
hasil sawah serta kebun yang dapat
dimanfaatkan dan dijual hasilnya ke pasar
Kebayoran Lama.
Untuk menuju daerah Petukangan, dapat dicapai melalui
sebuah jalan raya yang menghubungkan
Kebayoran Lama dan Ciledug. Pada
dekade tahun 2010-an, infrastruktur jaringan
jalan tol lingkar
luar Jakarta, telah tersambung dari Cikunir hingga
Kapuk melalui Petukangan. Sebelum
masa kemerdekaan, warga mengandalkan transportasi menggunakan dokar (delman) atau hanya berjalan kaki saja.
Tersedia juga sarana angkutan umum oplet dan
kemudian pada tahun
1960-an, tersedia sarana
angkutan umum Metromini atau Kopaja jurusan
Blok M-Ciledug, atau dengan jurusan Kebayoran Lama-Joglo. Alternatif lain
transportasi umum bagi warga, telah disediakan oleh pemerintah DKI Jakarta,
menggunakan angkutan umum bis Transjakarta. Daerah Petukangan dapat dicapai
dengan bus Transjakarta koridor
13 rute Pancoran-Puri Beta, Blok M-Puri Beta atau Ragunan-Puri Beta. Sarana angkutan
Transjakarta disediakan hingga pukul 10.00 malam.
Sarana angkutan kereta api dibangun oleh pemerintah
kolonial, untuk menghubungkan Batavia (Tanah Abang) ke Serang dan Anyer via Rangkasbitung pada tahun 1899. Sarana
transportasi kereta api tersebut, dapat dijangkau dari stasiun Kebayoran. Saat
ini telah tersedia angkutan KRL lintas Tanah
Abang-Rangkasbitung. Jika
melalui jalur sungai dari Dadap atau dari Kota Jakarta ke Petukangan sejauh ± 23 km, dahulu dapat dicapai menggunakan rakit bambu melalui
aliran sungai Pesanggarahan yang panjangnya mencapai
66 km dari hulu ke hilir di Muara
Angke. Sayangnya di masa modern ini, sarana pengangkutan air sudah
tidak lagi digunakan oleh masyarakat.

Komentar
Posting Komentar